renungan
by AZMI SYAMIN RITONGABenarkah itu,,,,,,??????
Kala itu juga,detik itu juga,
harga diri telah tak berharga lagi,
tak ada guna, tak ada rasa, bahkan tak bisa dikenali lagi……
MACAN ASIA ????
Apakah masih bersemayam nyenyak di pangkuan ibu pertiwi?
Atau
Sudah mati terkejut dan menakutkan?
Ingatkah kamu semua tentang 1963-1990?
Pasti ingat meski hanya cerita dari tetuah yang bisa mengenang itu…..
Ketika bercerita memori itu raut wajahnya begitu romantis,
penuh dengan pengalaman yang menakjubkan…….
Meski cakar elang menyukai panggung penguasaan yang bodoh
Tapi…. harga diri begitu berharga
di setiap jiwa insan yang terselamatkan
Tak hanya itu,,,,
Siapa yang tak mengenal dia?
Bukan hanya mengenal saja
Tapi menjadikannya sebuah topik
yang sungguh bagus untuk diperbincangkan
Tapi meskipun begitu…
Siswanya telah banyak yang sukses yang kini telah menutup mata
Menutup mata dari kebodohan gurunya….
Aneh,,sungguh aneh
Karena bisanya hanya mengajari
dan mau dibodohi sukma yang semakin mendarah daging
Meski lama dijadikan contoh yang membuat harum zamrud nusantara ini
Kemudian ingatkah kamu tahun 1997?
Pasti ingat, karena racun mulai menyebar bak nuklir yang ditembakkan
Gejolak sungguh terasa bagi setiap anak kala itu,,,,
Dulunya bisa makan ayam,
kini mencari sesuap nasi sungguh tersiksa
Krisis mulai menagih utang
yang tak bisa terbayar oleh kaum yang biasa biasa saja…
Kekayaan menjadi berharga
Dan harga diri ditentukan dengan tumpukan harta
yang didapat dari upaya yang apa saja
Tikus tikus pun berkembang biak bak jentik jentik nyamuk
yang menggenangi rentetan zat cair.
Sekarang,,,,,, kisah itu masih berlanjut…..
Lihatlah apa yang telah terjadi buat bangsa kita???
Realita tidak cukup untuk menjelasakan kesengsaraan ini
Harga diri bangsa kita telah diinjak oleh mereka yang tidak tau balas budi
Yang tidak tau arti sebuah pengorbanan
Dan tidak tau arti sebuah ucapan terimakasih
Tapi aku tidak melihat itu
Aku hanya ingin merenungi kondisi kejiwaan bangsaku yang semakin keriput
Karena bangsaku kini telah berubah…
Punya banyak pakaian tapi ditenun bukan untuk dipakai
Punya banyak makanan tapi tidak untuk dituai dan
Punya anggur tapi tidak untuk diperas
Selalu menganggap penghinaan ini menjadi sebuah hadiah
meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur dan sementara menyerah padanya ketika bangun.
Manusia tak ada yang berani angkat suara,
kecuali sedang berjalan di atas kuburan,
yang tidak ada memprotes setiap rentetan kata yang terucap
Dan berhenti kala suara tak bersuara lagi
Sungguh kasihan bangsaku ini….
Bangsa yang berwibawa dengan falsafahnya yang gagah
Kini hanya lelucon bagi mereka yang tertawa
Benar benar lelucon…..






